Rekomendasi Pengelolaan Perkebunan Kopi Rakyat di Kabupaten Kepahiang

Ela Hasri Windari, Paisal Ansiska, Andika Prawanto

Abstract


Komoditas kopi sebagai salah satu komoditas ekspor penghasil devisa negara memerlukan strategi pengelolaan yang tepat untuk dapat menjaga kontinuitas disamping juga meningkatkan kualitas dan kuantitias hasil produksi. Salah satunya adalah dengan pengembangan teknik pertanian yang lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap pengetahuan petani di Desa Taba Tebelet tentang pengelolaan perkebunan kopi dan memberikan prioritas rekomendasi pengelolaan yang baik. Data Primer meliputi observasi, wawancara mendalam dan terstruktur dan data sekunder meliputi data penunjang di dalam penelitian ini diperoleh melalui metode survey. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik snowball yang didasarkan pada metode pemilihan sampel acak. Fokus rekomendasi pengelolaan perkebunan kopi masyarakat Taba Tebelet Kabupaten Kepahiang diperoleh dari hasil analisis SWOT, selanjutnya untuk menentukan prioritas rekomendasi pengelolaan perkebunan kopi masyarakat Taba Tebelet menggunakan analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Analisis SWOT menghasilkan 4 fokus rekomendasi pengelolaan perkebunan kopi, yaitu proses budidaya yang intensif dan organik (TAS 1.36), mengadakan pelatihan/penyuluhan tentang manajemen keorganisasian dan pengelolaan perkebunan (TAS 0.63), legalitas mutu produk kopi (TAS 0.22), dan bantuan dari instansi terkait pengadaan saprodi perkebunan kopi (TAS 0.46). Prioritas strategi pengelolaan perkebunan kopi masyarakat Taba Tebelet ditentukan berdasarkan urutan nilai TAS (Total Attractive Score) dimana skor tertinggi harus lebih didahulukan implementasinya dalam mengatasi kekurangan dan ancaman yang terjadi di perkebunan kopi.


Keywords


Pengelolaan, Perkebunan Kopi, SWOT, QSPM, TAS

References


Rangkuti, Freddy. 2015. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

David, R Fred, David, R Forest. 2016. Manajemen strategik : suatu pendekatan keunggulan bersaing - konsep Edisi 15 (Edisi 15). JAKARTA: Salemba Empat.

Atmojo SW., 2007. “Pertanian Ramah Lingkungan”. Solo Pos, Solo, 5 Desember 2007.

Afrizon 2016. Potensi Kulit Kopi Sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos Di Propinsi Bengkulu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu. Jurnal ilmu dan teknologi pertanian. 2(2): 21-31.

Adnan 2014. Pengaruh kompos kulit kopi dan interval aplikasi pupuk bio cair (Herbafarm) terhadap hasil jagung manis (Zea mays sacchrata) sturt. Jurnal Agriculture. 10(2).

Melisa, 2018. Studi Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Toraja Sebagai Bahan Pembuatan Kompos. Universitas Hasanuddin Makasar.

McDonald, C., Corfield, J., MacLeod, N., and Lisson, S. 2019. Enhancingthe impact and sustainability of development strategies with smallholderfarmers: participatory engagement, whole farm modelling andfarmer-led on-farm research. Int. J. Agric. Sustain. 17(6), 445–457.

Jhingan, M.L,. 2014. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali Pers.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.03.27

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174