Studi Mitigasi Risiko untuk Meningkatkan Kinerja Subsistem Produksi Kentang di Kota Batu

Fahriyah Fahriyah, Mahfudlotul ‘Ula, Hana’ Salsabila

Abstract


Komoditas hortikultura, khususnya kentang memiliki nilai ekonomis dan risiko yang relatif tinggi. Risiko usahatani komoditas kentang meliputi risiko produksi karena anomali iklim yang menyebabkan serangan hama dan penyakit, bencana alam, risiko harga, dan risiko pasar lainnya. Pengetahuan terhadap risiko akan mempengaruhi perilaku petani dalam kegiatan produksi sehingga juga mempengaruhi kinerja usahataninya. Tujuan penelitian ini ialah: (1) mengidentifikasi risiko dari persepsi masing-masing petani kentang, (2) mengevaluasi prioritas risiko setiap petani kentang, (3) menganalisis kinerja produksi setiap petani kentang, dan (4) menyusun strategi mitigasi risiko pada masing-masing petani kentang di Kota Batu. Lokasi penelitian ditentukan dengan multistage cluster sampling dari kecamatan hingga desa yang merupakan sentra produksi kentang. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara terstruktur. Metode analisis FAHP digunakan untuk menganalisis sumber risiko yang dihadapi petani kentang. Pengukuran kinerja produksi dilakukan dengan menganalisis efisiensi teknis menggunakan DEA model BCC. Strategi mitigasi risiko disusun dengan mempertimbangkan prioritas risiko dan kinerja yang dicapai oleh petani kentang. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan risiko tertinggi berasal dari aspek operasional dengan skor sebesar 0,35. Risiko operasional tersebut dapat dimitigasi dengan menggunakan varietas tahan penyakit. Hasil perhitungan kinerja produksi kentang menunjukkan bahwa petani yang telah efisien secara teknis ialah sebesar 58,33% dari keseluruhan petani responden. Berdasarkan efisiensi skala, 65% petani berada pada skala IRS.


Keywords


kentang, risiko, FAHP, DEA

References


Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Statistik Indonesia 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

______________________ . 2021. Kota Batu dalam Angka 2021. Batu: Badan Pusat Statistik.

Coelli, T., D.S.P. Rao, J. Christopher, dan G.E. Battesse. 2005. An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis. New York: Springer Science + Business Media.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten (DLKH). 2015. Degradasi Lahan di Indonesia. Dipetik pada 30 Maret 2021, dari DLHK Provinsi Banten: https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/ article /2019/Degradasi_Lahan_di_Indonesia.pdf.

Diwa, A.T., M. Dianawati, dan A. Sinaga. 2015. Petunjuk Teknis Budidaya Kentang. Dipetik pada 24 Februari 2021, dari Balai Pengkajuan Teknologi Pertanian Jawa Barat: http://repository.pertanian. go.id/bitstream/handle/123456789/6496/Juknis_Bdy_Kentang.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Lal. 2000. Soil management in The Developing Countries. Soil Science 165(1): 57-72.

Liu, Y., C.M. Eckert, dan C. Earl. 2020. A Review of Fuzzy AHP Methods for Decision-Making with Subjective Judgements. International Journal of Expert Systems with Applications (Pre-proof) 161: 2-68.

Majalah Tempo. 2019. Lima Ratusan Orang di Kota Batu Mengungsi Karena Puting Beliung. Dipetik pada 23 Maret 2021, dari Majalah Tempo: https://nasional.tempo.co/read/1262135/lima-ratusan-orang-di-kota-batu-mengungsi-karena-puting-beliung.

Mulyaqin, T. dan A. Yati. 2013. Ketersediaan dan Pemanfaatan Sumber Pembiayaan Usahatani Padi Sawah di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Buletin Ikatan BPTP Banten 3(1): 19-29.

Mulyono, D., M.J.A. Syah, A.L. Sayekti, dan Y. Hilman. 2017. Kelas Benih Kentang (Solanum tuberosum L.) Berdasarkan Pertumbuhan, Produksi dan Mutu Produk. Jurnal Hortikultura 27(2): 209-216.

Morgan, W., S. Iwantoro, A.S. Lestari. 2004. Inproving Indonesian Vegetable Supply Chains. Dalam: GI Johnson dan PJ Hofman, editor. Agri-product Supply Chain Management in Developing Countries. Prosiding Workshop. Bali, 19-22 Agustus 2003. Bali: ACIAR. Hlm. 139-141.

Nugroho, S.S. 1995. Analisis DEA dan Pengukuran Efisiensi Merk. Jurnal Kelola Gajah Mada Business news 8(4): 43-52.

Rosliani, R. Budidaya Kentang. Dipetik pada 24 Februari 2021, dari Badan Penelitian Tanaman Sayur: http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/images/Isi%20poster/MP17%20Budidaya%20Kentang.pdf

Saaty, T.L. 1980. The Analytic Hierarchy Process: Planning, Priority Setting, Resources Allocation. New York: McGraw.

_________. 1990. How to Make A Decision: The Analytic Hierarchy Process. European Journal of Operational Research 48: 9-26.

Shega, H.N.H., R. Rahmawati, dan H. Yasin. 2012. Penentuan Faktor Proritas Mahasiswa dalam Memilih Telepon Seluler Merk Blackberry dengan Fuzzy AHP. Jurnal Gaussian 1(1): 73-82.

Suhadi. 2005. Strategi Peningkatan Kinerja Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Studi Kabupaten Pati dan Rembang, Jawa Tengah. Tesis. Undip, tidak dipublikasikan.

Van der Vorst, J.G.A.J. 2006. Performance Measurement in Agrifood Supply Chain Networks: An Overview. Dalam: C., A J. Wijnands, R. Huirne, O. Van Kooten (ed.).Quantifying The Agri-Food Supply Chain. Springer Science Business Media, Netherland.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174