Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan dan Gizi Tingkat Kabupaten di Kabupaten Bandung Barat

Dewi Aprilia Ajeng Lestari, Drajat Martianto, Ikeu Tanziha

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi indikator ketahanan pangan dan gizi untuk mengembangkan sistem skoring evaluasi ketahanan pangan dan gizi di tingkat kabupaten, dan mengevaluasi situasi ketahanan pangan dan gizi menggunakan indikator yang dikembangkan. Sebanyak 14 indikator terseleksi dari 196 calon indikator dan analisis indeks komposit digunakan untuk mengevaluasi tingkat ketahanan pangan dan gizi Kabupaten Bandung Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan dan gizi di Kabupaten Bandung Barat pada periode 2011-2015 adalah tidak tahan pangan. Pilar ketersediaan pangan merupakan pilar yang telah tergolong baik dengan kekuatan di bidang tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein dan rasio swasembada beras. Pilar yang harus diprioritaskan adalah pemanfaatan pangan, yaitu upaya untuk menurunkan prevalensi balita stunting, wasting, underweight, meningkatkan persentase bayi 0-6 bulan yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, menurunkan persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK), meningkatkan persentase akses air bersih dan akses sanitasi. Dibutuhkan intervensi sensitif dan spesifik serta kerja sama lintas sektor yang fokus dan memiliki target bersama untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi

Keywords


indeks ketahanan pangan dan gizi, kabupaten, komposit

References


Asmara A. 2011. Dampak Volatilitas Variabel Ekonomi terhadap Kinerja Sektor Industri Pengolahan dan Makroekonomi Indonesia [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Barrett BC. 2010. Measuring Food Insecurity. Science Vol 327, 825-828 (2010); DOI; 10.1126/science.1182768

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2016. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bandung Barat menurut lapangan usaha tahun 2011-2015. Kabupaten bandung Barat: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat.

Braun JV, Tadesse G. 2012. Food security, Commodity Price Volatility, and the Poor. Institutions and comparative Economic Development pp 298-312.

Burgass MJ, Halpern BS, Nicholson E, Gulland EJM. 2017. Navigating Uncertainty in Enviromental Composite Indicators. Ecological Indicators 75 (2017) 268-278.

Cafiero C, Melgar-Quiñonez H, Ballard T, Kepple A. 2014. Validity and reliability of food security measures. Ann. N. Y. Acad. Sci. 1331, 230–248.

Cahyono F, Manongga SP, dan Picauly I. 2016. Faktor penentu stunting anak balita berbagai zona ekosistem di Kabupaten Kupang. J Gizi Pangan 11(1):9-18.

[DKP] Dewan Ketahanan Pangan dan [WFP] World Food Program. 2015. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia 2015. Jakarta.

Desiere S, D’Haese M, Niragira S. 2015. Assessing the cross-sectional annd inter-temporal validity of the household food insecurity access scale (HFIAS) in Burundi. Public Health Nutr. 18 (15), 2775-2785.

Dwinugraha AP. 2016. Formulasi Instrumen Kebijakan Lingkungan di Kabupaten Banyuwangi. JKMP, vol 4, No 2, september 2016, 117-234.

Elzak RM, Elbushra AA, Ahmed SEH dan Mubarak AM. 2011. The Role Livestock Production on Food Security Sudan: Rural White Nile Estate. Online Journal of animal and Feed Research. Volume 1 Issue 6: 439-443 (2011).

Escamilla RP, Gubert MB, Rogers B, Fiedler AH. 2017. Food Security Measurement & Governance: assesment of the Usefulness of Diverse Food Insecurity indicators for Policy Makers. Global Food Security, Volume 14, September 2017. Pages 96-104.

[FAO] Food and Agricultural Organization. 2006. The right to food in Practice, Implementation at The National Level.FAO, Rome.

____________________________________. 2011. The State of Food and Agriculture –Women in Agriculture – Closing the Gender Gap for Development, FAO, Rome.

____________________________________. 2015. Food Insecurity an Vulnerability Information and Mapping System. [diunduh 2016 Oktober 20]. Tersedia pada: http://www.gripweb.org/gripweb/?q=countries-riskinformation/databases-information- systems/food-insecurityand vulnerability.

Fink G, Gunther I, Hill K. 2011. The effect of water and sanitation on child health: evidence from the demographic and health surveys 1986-2007. Int J Epidemiol 40:1196- 1204.doi:10.1093/ije/dyr102.

Gilbert CL, Morgan CW. 2010. Food Price Volatility. Philosophical Transactions of The Royal. Society.B 365. 3023–3034. doi:10.1098/rstb.2010.0139.

Hidayat N, Soeharso dan Widodo S. 2009. Keberlanjutan sistem Usahatani Integrasi Tanaman- Ternak Pasca Bencana alam Gempa Bumi di Daerah Yogyakarta. Sains Peternakan Vol. 7 (1), Maret 2009: 30-35 ISSN 1693-8828.

[HLPE] High Level Panel of Expert. 2011. Price Volatility and Food Security. Roma (IT): High Level Panel of Experts on Food Security and Nutrition of the Committee on World Food Security.

[EIU] Economist Intelegence Unit. 2017. Measuring Food Security and the Impact of Resource Risk. New York, USA: A Report From The Economist Intelligence Unit.

Jones, A.D., Ngure, F.M., Pelto, G., Young, S.L., 2013. What are we assessing when we measure food security? A compendium and review of current metrics. Adv. Nutr.: Int. Rev. J. 4 (5), 481–505.

Kavosi E, Rostami ZH, Kavosi Z, Nasihatkon A, Moghadami M, Heidari M. 2014. Prevalence and determinants of under-nutrition among children under six: a cross-sectional survey in Fars province. Int J Health Policy Manag 3(2):71-76.doi:10.15171/ijhpm.2014.63.

Kusumartono FX.H, Sapei A, Dharmawan AH, Anna Z. Formulasi indeks kerentanan untuk pemenuhan kebutuhan Air bersih pulau-pulau kecil (studi kasus : provinsi nusa tenggara timur). Jurnal Sosek Pekerjaan Umum, Vol. 7 No. 2, Juli 2015, Hal 78-139.

Mendola D, Volo S. 2017. Building composite Indicators in Tourism Studies: Measurements and Applications in Tourism Destination Competitivenes. Tourism Management, Volume 59, april 2017, pages 541-553.

Miguez ID, Michelena G. 2011. Commodity Price Volatility: The Case of Agricultural Products. CEI Journal: Foreign Trade and Integration.

Monteiro CA, Benicio MH, Conde WL, Konno S, Lovadino AL. 2010. Narrowing socioeco- nomic inequality in child stunting: the Brazilian experience, 1974-2007. Bull World Health Org 88(4):305-311.doi:10.2471/BLT.09.069195.

Nainggolan K. 2008. Ketahanan dan Stabilitas Pasokan, Permintaan dan Harga Komoditas Pangan. Analisis Kebijakan Pertanian, Volume 6 No 2, Juni 2008: 114-139.

Pangaribowo EH, Nicolas G, Maximo T. 2013. Food and Nutrition Security Indicators: A Review. Food Secure Working Paper 05.

Prasetiyani I, Widiyanto D. 2013. Strategi menghadapi ketahanan pangan (dilihat dari kebutuhan dan ketersediaan pangan) penduduk Indonesia di masa mendatang (tahun 2015-2040). JBI 2(2):227-235.

[PEMDA KBB] Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat. 2015. Rencana Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bandung Barat tahun 2013-2018. Kabupaten Bandung Barat: Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Saisana M , Saltelli A, Tarantola S. 2005. Uncertainty and sensitivity techniques as tools for the analysis and validation of composite indicators, Journal of the Royal Statistical Society A statistics in society) 168, 307-323.

Saisana M, Saltelli A. 2011. Rangkings and Ratings: Instructions for Use. Hague J. Rule Law 3, 247-268.

Santeramo FG. 2015. Food security composite indices: implications for policy and practice. Development in Practice, 2015. Vol. 25, No. 4, 594–600, http://dx.doi.org/10.1080/09614524.2015.1029439.

Soon JM, Tee ES. 2014. Changing Trends in Dietary Pattern and Implications to Food and Nutrition Security in Assosiation of south East Asian Nations (ASEAN). IJNFS 3(4):259-269.doi:10.11648/j.ijnfs.20140304.15.

Spears D, Ghosh A, Cumming O. 2013. Open defecation an childhood stunting in India: an ecological analyisis of new data form 112 district. Journal PloS ONE. Vol 8 (9) e 73784. http://dx.doi.org.sci-hub.io/10.1371/journal.pone.0073784.

Sukandar D. 2017. Pengukuran Ketahanan Pangan. [Draft]. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Suryana. 2014. Menuju ketahanan pangan indonesia berkelanjutan 2025: Tantangan dan penanganannya. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Volume 32 No. 2, Desember 2014: 123 – 135.

Suryana, Kariyasa K. 2008. Ekonomi Padi Di Asia: suatu Tinjauan Berbasis Kajian Komparatif. Forum Penelitian agro ekonomi. Volume 26 no 1, Juli 2008: 17-31.

Taosu SA dan Azizah R. 2013. Hubungan sanitasi dasar rumah dan perilaku ibu rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Desa Bena Nusa Tenggara Timur. J Kesehatan Lingkungan 7(1):1-6.

Tono, Juanda B, Barus B dan Martianto D. 2016. Kerentanan Pangan Tingkat Desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur. J. Gizi Pangan, November 2016, 11 (3) : 227-236

Torero M. 2011. Alternative Mechanisms to Reduce Food Price Volatility and Price Spikes: policy Responses at The global Level. DOI 10.1007/978-3-319-28201-5_6. pp 115- 138.

[WHO] World Health Organization. 2010. Nutrition Lanscape Information system (NLIS) Country Profile Indicators: Interpretation Guide. WHO: Geneva, switzerland.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.01.7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174