Analisis Sistem Produksi Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices

Rafi Adinandra, Totok Pujianto

Abstract


Istilah Good Agriculture Practices atau GAP identik dengan praktek pertanian berkelanjutan yang menggunakan pendekatan prinsip-prinsip bercocok tanam yang baik. Penerapan GAP secara komprehensif sangat sulit dilakukan pada suatu area atau daerah pertanian. Upaya pendekatan GAP terus dilakukan walaupun belum secara menyeluruh kepada setiap daerah pertanian. Penelitian tentang penerapan prinsip-prinsip GAP kepada petani bertujuan untuk menggiatkan prinsip pertanian berkelanjutan dan juga mengetahui sejauh mana para petani ataupun pelaku usaha pertanian tentang penerapan prinsip GAP ini. Selain itu untuk mengetahui pengaruh terhadap nilai ekspektasi manfaat GAP untuk pertanian berkelanjutan pada usaha taninya, serta tingkat implementasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian Analisis Sistem Produksi Kopi menggunakan GAP ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan pengolahan kopi menerapkan prinsip-prinsip GAP yang mengacu pada peraturan kementerian pertanian nomor 49/Permentan/OT.140/4/2014. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa jika Malabar Mountain Coffee menerapkan GAP dengan baik pada sistem produksi yang mereka laksanakan, maka dapat berpengaruh terhadap produksi buah kopi yang dihasilkan. Secara tidak langsung, penerapan GAP akan membuat tanaman kopi lebih sehat dan produktif. Dengan menerapkan GAP juga akan membuat tanaman kopi bertahan lebih lama selama bertahun-tahun, hal ini tentunya menguntungkan bagi perusahaan karena dengan memiliki tanaman yang sehat dan sustainable dalam menghasilkan buah kopi, maka menjadi investasi jangka panjang bagi perusahaan dan akan meningkatkan daya produksi. Malabar Mountain Coffee juga akan menghasilkan berbagai produk pertanian, baik primer maupun hasil olahan, yang berkualitas dan higienis serta berdaya saing tinggi.

Keywords


Kopi; Sistem Produksi; Good Agriculture Practices

References


AAK. (2006). Budidaya Tanaman Kopi. Yogyakarta: Kanisius.

Aji. (2007). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Ekspor Kopi Indonesia. Institut Pertanian Bogor.

Dody, K. (2007). Aplikasi Model Rekayasa Lahan Terpadu Guna Meningkatkan Peningkatan Produksi Hortikultura Secara Berkelanjutan Di Lahan Pasir Pantai. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 3, 112–123.

FAO. (2015). Tanah Sehat Merupakan Landasan Produksi Pangan Sehat. Retrieved January 17, 2019, from http://www.fao.org/3/b-i4405o

PT Perkebunan Nusantara XII (Persero). (1997). Pedoman Pengelolaan Budidaya Kopi Arabika. Surabaya.

R, A. (2008). Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo. Aceh: Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute.

Setyohadi. (2007). Diktat Agro Industri Hasil Tanaman Perkebunan. Universitas Sumatera Utara Press.

Untari, D., & Wastutiningsih, S. P. (2007). Implementasi Pertanian Berkelanjutan Oleh Petani Di Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 3, 144–155.

Yahmadi, M. (2007). Rangkaian Perkembangan dan Permasalahan Budidaya dan Pengolahan Kopi di Indonesia. Surabaya: PT Bina Ilmu Offset.

Yunita, ., Zahri, I., Yazid, M., & Agustina, F. (2017). Strategy in Developing Good Agricultural Practices (GAP) in Bangka Regency, of Bangka Belitung Island Province. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 22(2), 133–139. https://doi.org/10.18343/jipi.22.2.133


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174