Dampak Kebijakan Impor Ternak dan Daging Sapi terhadap Populasi Sapi Potong Lokal di Indonesia

Idiatul Fitri Danasari, Harianto Harianto, A Faroby Falatehan

Abstract


Pertumbuhan populasi sapi potong lokal meningkat dan diikuti dengan peningkatan produksi daging sapi lokal. Disisi lain, tingginya permintaan daging sapi nasional yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi daging sapi domestik memicu peningkatan volume impor daging sapi tiap tahunnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, Indonesia berupaya untuk meningkatkan produksi daging sapi lokal dengan memberdayakan peternak domestik melalui kebijakan impor ternak dan daging sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan impor ternak dan daging sapi terhadap populasi sapi potong lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder deret waktu selama periode 1990 – 2017, dengan menggunakan persamaan simultan (2SLS). Hasil penelitian ini menunjukkan, penurunan impor sapi bakalan dan daging sapi dapat menurunkan populasi sapi potong lokal. Sementara, peningkatan impor sapi bibit dapat meningkatkan populasi sapi potong lokal di Indonesia.


Keywords


daging, impor, sapi lokal, ternak

References


[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Sapi potong impor [diunduh pada 23 Maret 2019] Tersedia pada : http://www.bps.go.id/

Destiarni RP. 2016. Analisis permintaan daging sapi impor Indonesia [tesis]. Bogor (IDN): Institut Pertanian Bogor.

Dirgantoro A. 2004. Strategi pengenaan tarif impor daging sapi dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Sekolah Pascasarjana IPB.

[Ditjenak] Direktorat Jederal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2017. Statistika peternakan dan kesehatan hewan. Jakarta (IDN).

[FAO] Food and Agriculture Organization. 2018. Indonesian import of breeding cattle. [diunduh pada 27 April 2019]. Tersedia pada : http://www.fao.org/faostat/en/#data/TA

Hanum TA., & Wiwin S. 2016. Analisis impor daging sapi di Indonesia tahun 2000 – 2015. Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana 7(8): 1737 – 1766.

Ilham N. 1998. Penawaran dan permintaan daging sapi di Indonesia: suatu analisis simulasi [tesis]. Bogor (IDN): Institut Pertanian Bogor.

Ilham N. 2006. Analisis sosial ekonomi dan strategi pencapaian swsembada daging 2010. Analisis Kebijakan Pertanian 4(2): 131 – 145.

Kariyasa K. 2004. Analisis penawaran dan permintaan daging sapi di Indonesia sebelum dan saat krisis ekonomi: suatu analisis proyeksi swasembada daging sapi 2005. Jurnal SOCA 4(3): 283 – 293.

[Kementan] Kementrian Pertanian. 2017a. Inovasi teknologi peternakan mendukung siwab. Press Release. [diunduh pada 10 Oktober 2018] Tersedia pada: https://peternakan.litbang.pertanian.go.id/fullteks/press-release/press-release-siwab-balitnak.pdf

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2017b. Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Peternakan Daging Sapi. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian.

[Kemenkeu] Kementerian Keuangan. 2017. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam Kerjasama ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area.

Kusriatmi. 2014. Dampak kebijakan swasembada daging sapi terhadap kinerja subsektor peternakan di Indonesia [disertasi]. Bogor (IDN): Institut Pertanian Bogor.

Kusriatmi, Rina O, Yusman S. 2014. Analysis of the effects of beef import restrictions policy on beef self-sffiency in Indonesia. Journal ISSAAS 20 (1): 115 – 130.

Koutsoyiannis A. 1977. Theory of Econometrics. Second Edition. New York (US): Harper and Row Publisher Inc.

Marhendra AVH, Zainul A, dan Yusri A, 2014. Analisis dampak kebijakan pembatasan kuota impor sapi terhadap kinerja perusahaan (studi kasus pada PT. Great Giant Livestock, Lampung Tengah-Lampung. Jurnal Administrasi Bisnis: 13(1).

Marsh JM. 1994. Estimating intertemporal supply response in the fed beef market. American Journal of Agricultural Economics 71: 444-453.

Pindyck RS dan Rubinfeld DL. 1998. Econometric Models and Economic Forecasts. Fourth Edition. Singapore: McGraw-Hill.

Priyanto D. 2003. Evaluasi kebijakan impor daging sapi dalam rangka proteksi peternak domestik: analisis penawaran dan permintaan [tesis]. Bogor (IDN): Institut Pertanian Bogor.

Pulungan RE. 2014. Dampak kebijakan Indonesia membatasi kuota impor daging sapi dari Australia. JOM FISIP 1(2).

Purba HJ. 2018. Dampak faktor eksternal dan internal terhadap pasar minyak nabati dunia dan biodesel Indonesia [disertasi]. Bogor (IDN): Institut Pertanian Bogor.

Rudatin A. 2016. Analysis on Indonesi’s beef import. Economic Journal of Emerging Markets 8(1): 65 – 75.

Rusastra IW. 2014. Perdagangan ternak dan daging sapi: rekonsiliasi kebijakan impor ternak dan revitalisasi pemasaran domestik. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 32(1): 59 – 71.

Sitepu RK., dan Sinaga BM. 2018. Aplikasi Model Ekonometrika: Estimasi, Simulasi dan Peramalan Menggunakan Program SAS. Bogor: IPB Press.

Sukanata IW. 2008. Dampak kebijakan kuota perdagangan terhadap penawaran dan populasi sapi serta kesejahteraan peternak di Provinsi Bali [tesis]. Bogor (IDN): Institut Pertanian Bogor.

Tenrisanna VT, Mohammad MR, Rasheda K. 2016. Beef and offal market in Indonesia-Evaluation of import trade policy. Jurnal Asian Profile 44 (3): 199-208.

Tseuoa T. 2011. Impact of ASEAN Australia and New Zealand Free Trade Agreement on Beef Industry in Indonesia [tesis]. Bogor (IDN): Graduate School of Bogor Agricultural University.

Tseuoa T. Yusman S, dan Dedi BH. 2012. Impact of ASEAN Australia and New Zealand Free Trade Agreement on Beef Industry in Indonesia. Journal ISSAAS 18 (2):70 – 80.

[UN Comtrade] United Nation Commodity Trade. 2018. Commodity Statistic. [diunduh pada 15 Mei 2019]. Tersedia pada : http://comtrade.un.org/db.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174