Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Penggarap Kubis dalam Melakukan Bagi Hasil di Kecamatan Naman Teran

Edwina Sari Br Ginting, Harianto Harianto, Wiwiek Rindayati

Abstract


Sistem bagi hasil merupakan bentuk usaha yang paling sederhana dan merupakan hasil warisan dari sistem foedaal. Sistem bagi hasil ini telah menjadi budaya yang sangat sulit untuk dihilangkan dari kehidupan masyarakat pedesaan (Scheltema 1985). Bagi hasil pada usahatani kubis di Kabupaten Karo tidak terlepas dari adanya simbiosis mutualisme antara pemilik lahan dan petani penggarap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sistem bagi hasil yang digunakan oleh petani. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani penggarap kubis dengan menggunakan analsis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bagi hasil yang diterapkan petani penggarap kubis di Kecamatan Naman Teran yaitu sistem bagi hasil pola bagu dua. Keputusan petani penggarap dalam melakukan bagi hasil secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah tanggungan petani, luas lahan dan pendapatan usahatani kubis.


Keywords


sistem bagi hasil, petani penggarap, regresi logistik.

References


[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014a. Kontribusi sektor pertanian dan pertumbuhan sektor/subsektor pertanian [internet]. [diunduh 2018 Desember 20] Tersedia pada http://bps.go.id//.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014b. Jumlah tenaga kerja sektor pertanian Indonesia [internet]. [diunduh 2018 Desember 2018]. Tersedia pada http://bps.go.id//.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik tanaman sayuran dan buah-buahansemusim Indonesia. Jakarta (ID). BPS

Gujarati DN. 2003. Basic Econometrics : International Edition. New York (US): McGraw Hill.

Lole UR. 1995. Kajian ekonomi sistem bagi hasil pada pola gaduhan penggemukan sapi potong di Kawasan Timor Barat [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Marshall A. 1920. The Principle of Economics: 8th ed. London (UK): Macmillan and Co.

Scheltema AMPA. 1985. Bagi Hasil di Hindia Belanda. Jakarta (ID): Yayasan Obor Indonesia.

Solahuddin S. 2009. Pembangunan pertanian awal era reformasi. Jakarta (ID): PT PP Mardi Mulyo.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174