Analisis Titik Kritis Halal pada Proses Produksi di Komunitas UKM Aksara Cimahi Menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA)

Belladina Anggun Kinanti, Totok Pujianto, Roni Kastaman

Abstract


Komunitas Aksara Cimahi adalah komunitas UMKM yang memproduksi olahan makanan ringan yang mayoritasnya telah memiliki sertifikasi halal, namun telah adanya sertifikasi halal tersebut tidak menjamin bahwa UMKM tersebut selalu halal karena berdasarkan hasil penelitian bahwa UMKM tersebut masih rentan terhadap titik kritis halal. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis risiko mana yang menjadi prioritas titik kritis halalnya untuk segera diperbaiki, dengan cara menghitung Risk Priority Number (RPN) mana yang paling tinggi. Adapun beberapa risiko yang dapat menyebabkan terjadinya titik kritis halal yaitu, pada risiko perubahan formula yang menghasilkan produk baru (80%), belum adanya pemasok tetap yang tersertifikasi halal (60%), lingkungan kerja yang dekat dengan kontaminasi (50%), dan tidak tercantumnya logo halal pada bahan baku yang digunakan (40%). Masih adanya risiko-risiko yang dapat menjadi titik kritis halal tersebut dapat menyebabkan hilangnya status kehalalan produk.

Keywords


UMKM; Titik Kritis Halal; FMEA; RPN

References


Aisyah, M. (2014). Pengaruh Media Massa Terhadap Niat Konsumen Membeli Produk Berlabel Halal. Proceedings Forum Manajemen Indonesia 6, (2407), 1–344. http://doi.org/10.4135/9788178299938

Anwar, M. K., Soeprijanto, A., Vanany, I., Fatmawati, L., & Sholichah, W. (2018). Analisis Risiko Makanan Halal Di Restoran Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 16(2), 150. http://doi.org/10.23917/jiti.v16i2.4941

Atma, Y., Taufik, M., & Seftiono, H. (2018). Identifikasi Resiko Titik Kritis Kehalalan Produk Pangan : Studi Produk Bioteknologi. Jurnal Teknologi, 10(1), 59–66. http://doi.org/10.24853/jurtek.10.1.59-66

Depkop. (2012). Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB), (1), 2011–2012.

Hasan, K. S. (2015). Formulasi Hukum dan Pentingnya Jaminan Kepastian Hukum Produk Pangan Halal dalam Hukum Nasional. Formulasi Hukum, 2(18), 47–74.

Hutami, R. (2015). Sambal, Makanan Khas Indonesia yang Berpotensi Mencegah Aterosklerosis dan Kanker, serta Kajian Titik Kritis Kehalalannya, 1(April), 1–12.

Irawan, D. W. P. (2016). Pangan Sehat, Aman, Bergizi, Berimbang, Beragam dan Halal.

Ismoyowati, D. (2015). Halal Food Marketing : A Case Study on Consumer Behavior of Chicken-based Processed Food Consumption in Central Part of Java , Indonesia. Italian Oral Surgery, 3, 169–172. http://doi.org/10.1016/j.aaspro.2015.01.033

LPPOM MUI. (2008). Panduan Umum Sistem Jaminan Halal LPPOM – MUI, 1–36.

LPPOM MUI. (2018). Data Sertifikasi Halal LPPOM MUI Periode 2011–2018. Retrieved June 19, 2019, from http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/go_to_section/59/1368/page/1

McDermott, R. E., Mikulak, R. J., & Beauregard, M. R. (2009). The Basic of FMEA 2nd Edition. Quality Management. New York: Taylor & Francis Group. http://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Miru, A. (2011). Prinsip-prinsip perlindungan hukum bagi konsumen di Indonesia. RajaGrafindo Persada.

Mohamed, Y. H., Abd Rahman, A. R., Azanizawati, M., & Mohd Ghazli, H. (2016). Halal Traceability in Enhancing Halal Integrity for Food Industry in Malaysia – A Review. International Research Journal of Engineering and Technology, 3(3), 68–74.

Nurmaydha, A., Mustaniroh, S. A., & Sucipto. (2018). Pengembangan Konsep Model Sistem Jaminan Halal pada Restoran (Studi Kasus UNIDA Gontor Inn Universitas Darussalam Gontor). Jurnal Teknologi Pertanian, 19(3), 141–152.

Pratidina, G. E., Santoso, H., & Prastawa, H. (2018). Perancangan Sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Sistem Jaminan Halal di UD Kerupuk Ikan Tenggiri Dua Ikan Jepara. Industrial Engineering Online Journal, 7(4).

Puspitasari, N. B., & Martanto, A. (2016). Penggunaan FMEA dalam Mengidentifikasi Resiko Kegagalan Proses Produksi Sarung ATM (Alat Tenun Mesin) (Studi Kasus PT. Asaputex Jaya Tegal). J@Ti Undip : Jurnal Teknik Industri, 9(2), 93–98. http://doi.org/10.12777/jati.9.2.93-98

Qomaruddin, M., Sofiana, N., Susilo, E., & Subadriyah. (2017). Pengembangan Usaha Makanan Ringan Kue Jepit Desa Jambu Timur. Seminar Nasional Hasil-Hasil Pengabdian, (1), 43–47.

Sari, D. A., & Hadiyanto. (2013). Teknologi dan Metode Penyimpanan Makanan Sebagai Upaya Memperpanjang Shelf Life. Jurnal Aplikasi Teknologi, 2(2), 52–59. http://doi.org/10.1109/ACCESS.2017.2696985

Setyorini, E. (2013). Hubungan Praktek Higiene Dengan Keberadaan E. Coli pada Rujak Yang Dijual di Sekitar Kampus Universitas Negeri Semarang. Unnes Journal of Public Health, 2(3), 1–8. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujphnHUBUNGAN


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.04

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174