Strategi Pemberdayaan untuk Keberlanjutan Home Industry Agro (Suatu Kasus di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut)

Wistha Prihatin Hia, Anne Charina

Abstract


Home industry memiliki peran penting dalam pengembangan perekonomian suatu daerah. Namun, dalam pengelolaannya, home industry sebagai salah satu bentuk dari bisnis keluarga memiliki banyak kendala untuk mempertahankan keberlanjutannya, khususnya di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, yang memiliki jumlah home industry terbanyak dan tervariatif dibandingkan wilayah lainnya di Priangan Timur.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keberlanjutan usaha mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha, serta merumuskan strategi pemberdayaan yang tepat untuk peningkatan keberlanjutannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan alat analisis regresi linear berganda dengan jumlah responden sebanyak 40 home industry agro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat keberlanjutan mayoritas home industry agro berada pada kategori sedang; (2) faktor yang berperngaruh signifikan dalam keberlanjutan home industry agro di Kecamatan Banyuresmi adalah faktor manajemen konflik dan faktor sosial ekonomi; dan (3) strategi pemberdayaan perlu dilakukan secara mikro, mezzo, dan makro dengan arah bottom up dan top down, dengan aspek yang perlu diperhatikan adalah manajemen konflik, pemasaran, manajemen inovasi, pengelolaan lingkungan, dan kelembagaan.

Kata kunci: Bisnis keluarga, Garut, home industry¸keberlanjutan, pemberdayaan


Keywords


Bisnis keluarga, Garut, home industry¸keberlanjutan, pemberdayaan

References


Budiyono, T., Maya, C., & Susilowati, I. (2017). Tatakelola Koperasi di Salatiga *, 46(3), 257–266. https://doi.org/10.14710/mmh.46.3.2017.257-266

Dajan, A. (2008). Pengantar Metode Statistik Jilid I. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Departemen Perindustrian dan Perdagangan. (2000). Program dan Strategi Pembangunan Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan. Jakarta.

Dewi, R. S. (2013). Pengaruh Faktor Modal Psikologis , Karakteristik Entrepreneur , Inovasi , Manajemen Sumber Daya Manusia , dan Di Pasar Tradisional ( Studi kasus pada Pedagang Sembako dan Snack di Pasar Peterongan ). Jurnal Administrasi Bisnis, 2(1), 29–40.

Dočekalová, Z., Chvatalová, A., & Kocmanová, M. (2011). Corporate Sustainability Reporting and Measuring Corporate Performance. In International Symposium on Environmental Software Systems. Springer Link.

Gabrielsson, J., & Huse, M. (2005). “Outside” Directors in SME Boards: A call for theoretical reflections. Corporate Board: Role, Duties and Composition, 1(1), 28–37. https://doi.org/10.22495/cbv1i1art3

Indarti, N., & Langenberg, M. (2004). Factors affecting business success among SMEs : empirical evidences from Indonesia. Journal of Asia Entrepreneurship and Sustainability, 3(2).

Jeppesen, S., Kothuis, B., & Tran, A. N. (2012). Corporate Social Responsibility and Competitiveness for SMEs in Developing Countries: South Africa and Vietnam. Paris: Agence Française de Développement. Focales 16.

Kemayel, L. (2015). Success Factors of Lebanese SMEs : an Empirical Study. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 195, 1123–1128. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.06.158

Kementrian Perindustrian RI. (2018). Kinerja Industri Agro Januari- September 2018. Jakarta.

Margaretha, Y. (2019). Manajemen konflik pada perusahaan keluarga ( studi kasus pada perkebunan x ), 18(2), 135–142.

Maupa, H. (2004). Faktor-Faktor yang Menentukan Pertumbuhan Usaha Kecil di Sulawesi Selatan. Program Pascasarjana Universitas Hasanudin.

Muithi, F. M. (2018). Factors Affecting The Sustainability Of Family Businesses In Ghana After The Exit Of First Generation Of Founding Family Members. Ashesi University College.

Munizu, M. (2010). Pengaruh Faktor-Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil ( UMK ) di Sulawesi Selatan. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 12(1). https://doi.org/https://doi.org/10.9744/jmk.12.1.pp.%2033-41

Nandita, B., & Najib, M. (2018). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Usaha UMKM Pengolahan Buah dan Pengolahan Susu. Jurnal Manajemen Dan Organisasi (JMO), 9(1), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/jmo.v1i1.25342

Nasir, & Fatkhurohman. (2010). Model pembentukan Kesadaran Kolektif Terhadap Manajemen Lingkungan Pengusaha Kecil Tahu – Tempe Di Solo.

Nuhung, R. (2012). Tantangan, Masalah dan Solusi UMKM.

Price Waterhouse Cooper. (2014). Survey bisnis keluarga 2014. Retrieved from https://www.pwc.com/id/en/publications/assets/indonesia-report-family-business-survey-2014.pdf

Septiani, S., Sarma, M., & Limbong, W. H. (2013). Pengaruh Entrepreneurial Marketing dan Kebijakan Pemerintah terhadap Daya Saing Industri Alas Kaki di Bogor. Jurnal Manajemen Dan Organisasi (JMO), IV(2), 91–111. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/jmo.v4i2.12617

Situmorang. (2008). Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Bina Rena Pariwara.

Suryani, E. (2006). Peranan , Peluang dan Kendala Pengembangan Agroindustri di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 24(2), 92–106.

Ward, J. L. (2004). Perpetuating the Family Business Families in Business. New York: Palgrave Macmillan.

Ward, J. L., & Aronoff, C. E. (2002). Just What is A Family Business. In Aronoff, C.E., Family Business Scorebook. Marietta: Family Enterprise Publisher.

Widjajanti, K. (2011). Model pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1).

Zuhri, S. (2013). Analisis Pengembangan Usaha Kecil Home Industri Sangkar Ayam Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan. Manajemen Dan Akuntansi, 2(3), 46–65.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.04

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174