Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Penerapan Teknologi Tanam Jajar Legowo 2:1 (Kasus Kelompok Tani Gotong Royong 2 di Desa Klaseman, Kabupaten Probolinggo)

Rizky Trisna Putri, Reza Safitri

Abstract


Penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat penting sebagai katalisator pembangunan pertanian. Pemerintah juga telah banyak merancang program untuk memfasilitasi petani dengan bantuan penyuluh pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi umum Kelompok Tani Gotong Royong 2 dan peran penyuluh pertanian dalam pelaksanaan pendampingan penerapan teknologi tanam jajar legowo 2:1 oleh kelompok Gotong Royong 2, Desa Klaseman, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bersifat deskriptif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman (1992) yaitu terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan. Ketiga alur tersebut adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Kelompok Tani Gotong Royong 2 merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Desa Klaseman yang melakukan proses adopsi inovasi jajar legowo 2:1. Ketua kelompok tani tersebut adalah Bapak Hasyim. Kelompok tani tersebut mempunyai 25 anggota. Penyuluh aktif mendampingi dan memegang peran penting dalam adopsi inovasi teknologi tanam jajar legowo 2:1. Penyuluh melakukan sosialisasi tahap awal kepada kelompok tani pada saat pertemuan kelompok. Penyuluh menerangkan teknologi tanam jajar legowo 2:1 cara penerapanya hingga anggaran dana yang diperlukan. Setelah itu penyuluh menggerakkan dan memotivasi petani untuk menerapkan teknologi tersebut. Penyuluh juga mendampingi di lapang agar teknologi tersebut dapat diterapkan dengan baik, memberikan reward berupa makanan untuk petani di lapang. Penyuluh juga memantau hasil panen petani

Keywords


Peranan, Penyuluh Pertanian, Jajar Legowo 2:1

References


Anderson, Jock R. dan Gershon Feder. 2004. The World Bank Research Obeserver Vol.19 No.1 pp. 41-60.

Feller, Irwin. 1993. What Agricultural Extension Has to Offer as a Model for Manufacturing Modernization. Journal of Policy Analysis and Management Vol 12 No.3 pp 547-561.

Mayo, James M. Dan Bonnie J. Johnson. 2011. A Role Dynamics Theory of Planning. Journal of Architectural and Planning Research Vol. 28 No. 2 pp 91-103.

Mukhtar. 2013. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. REFERENSI (GP Press Group). Jakarta.

Nazarzadehzare, Mohsen. 2012. Study Obstacles and Problems of Agriculture Extension Training Course from Extension Workers Point of View Participating in The Extension Training Course Dezful City. Procedia – Social and Behavioral Sciences Vol 46 pp 5707-5713.

Soedarmanto. 2003. Penerapan Teknologi Pendidikan dalam Penyuluhan untuk Meningkatkan Adopsi Inovasi Pertanian. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.

Waluyo, Bagja. 2007. Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Stia Purna Inves. Bandung.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.03.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174