Potensi Kawasan Ekowisata dan Strategi Pengembangan Pantai Pandan Wangi di Kabupaten Muko-Muko Propinsi Bengkulu

Sri Handayani, Yesi Indian Ariska

Abstract


Penelitian ini tujuan  adalah untuk menentukan dan menganalisa faktor-faktor internal dan ekstenal apakah yang mendukung dan menghambat pengembangan Pantai Pandan Wangi Kabupaten  Muko-Muko dan  menentukan bagaimana strategi Pantai Pandan Wangi Kabupaten Muko-Muko pengembangan Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode studi pustaka dan kuesioner dengan menyebarkan daftar kepada responden. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel lebih kurang 40 (Empat Puluh) orang . Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity, Threats).  Adapun hasilnya diketahui bahwa skor total faktor internal sebesar 2,05 dan berada pada kategori sedang dimana skor kekuatan 2,18 dan skor kelemahan 1,92. Sementara skor total faktor eksternal sebesar 1,89 berada pada skala rendah dimanas kor peluang 1,97 dan skor ancaman 1,81 . Dengan strategi yang dapat digunakan adalah Membangun infrastruktur wisata dan Mengelola kawasan wisata dengan baik sehingga memberi kontribusi pada peningkatan PAD.

Keywords


Pantai Pandan Wangi ; Strategi pengembangannya; analisis SWOT

References


Anonym.(2009). Analisis SWOT: Tehnik membedah kasus Bisnis, Jakarta, Erlangga

Assuri, Sofjan. (2010). Manajemen Pemasaran.Edisi Sepuluh, Jakarta, Persada

Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 18. Tahun 1994 Tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam. (Jakarta: Departemen Kehutanan Republik Indonesia, 1994)

Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 68. Tahun 1998 Tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. (Jakarta: Departemen Kehutanan Republik Indonesia, 1998)

Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. Undang-Undang No. 9. Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan. (Jakarta: Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia,1990)

Daryanto. (2013). Sari Kuliah Manajemen Pemasaran (cetakan 2). Bandung: PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera

Fattah, Nanang. (2004). Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah. Bandung: Pustaka Bani Quraisy

Hakim L. (2004). Dasar-dasar ekowisata. Bayumedia Publishing. Jawa Timur. 194 hlm.

Hunziker dan Kraft. (2018). 25 Pengertian Pariwisata Menurut Pendapat Para Ahli Terlengkap. Diambil kembali dari Pelajaran: http://www.pelajaran.co.id/2017/04/pengertian-pariwisata-menurutpendapat-para-ahli-terlengkap.html

Muljadi. (2009). Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Mardiasmo, (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Prawirosentono. (2009) “Manajemen Produktivitas”. Jakarta: PT. Bumi Angkasa

Rangkuti, Freddy. (2010). Analisis SWOT Teknik membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Rangkuti, Freddy. (2011). SWOT Balanced Scorecard. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Sinaga, Supriono. (2010.) Potensi dan Pengembangan Objek Wisata Di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kertas Karya. Program DIII Pariwisata. Universitas Sumatera Utara

Suyitno, (2001), Perencanaan Wisata, Yogyakarta: Kanisius


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174