Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan Petani Jambu Mete (Studi Kasus di Desa Mauta, Kabupaten Alor)

Didiana Yanuarita Molebila, Emirensiana Latuan, Nopi V. Kala Lutang

Abstract


Petani jambu mete di Desa Mauta, Kecamatan Pantar Tengah, kabupaten Alor Propinsi Nusa tenggara Timur mengandalkan perkebunan jambu mete sebagai sumber pendapatan rumah tangga dan masih tetap menjalankan model pemasaran tradisional dengan menjual langsung ke pedagang pengumpul. Setiap pedagang pengumpul memiliki kisaran harga penjualan yang berbeda-beda. Meskipun total produksi terus meningkat, tetapi perbedaan harga pemasaran dapat menyebabkan terjadi perbedaan pendapatan. Sehingga, hal ini mengakibatkan kemungkinan terjadi ketimpangan distribusi pendapatan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui besaran pendapatan dan ketimpangan distribusi pendapatan petani jambu mete di Desa Mauta. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan wawancara langsung pada 85 petani responden dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran pendapatan petani jambu mete mencapai Rp. 499.773.000 dan rata-rata pendapatan tiap petani sebesar Rp. 5.879.682. Diperoleh juga hasil bahwa tidak terjadi ketimpangan distribusi pendapatan yang berarti pada pendapatan petani jambu mete di desa Mauta. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien gini sebesar 0,370 dan berdasarkan indikator Koefisien Gini < 0,4 maka termasuk dalam tingkat ketimpangan rendah berdasarkan Bank Dunia bahwa terdapat 40% tanggga tani berpendapatan rendah menerima > 17% (>Rp.84.961.410) dari total pendapatan sebesar Rp. 499.773.000


Keywords


Pendapatan, Ketimpangan, Koefisien Gini, NTT

References


Badan Pusat Stastistik Kabupaten Alor. (2017). Kabupaten Alor Dalam Angka 2017. ©BPS KABUPATEN ALOR/Statistics of Alor Regency.

Badan Pusat Stastistik Kabupaten Alor. (2018). Kabupaten Alor dalam Angka 2018. ©BPS KABUPATEN ALOR/Statistics of Alor Regency.

Direktorat Jendral Perkebunan. (2017). Statistik Perkebunan Indonesia 2016-2018. In Jambu Mete / Cashewnut. Sekretariat Direktorat Jendral Perkebunan, Kementrian Pertanian. http://ditjenbun.pertanian.go.id

Hanum, N. (2018). Analisis Kemiskinan dan Ketimpangan Distribusi Pendapatan di Kota Langsa (Studi Kasus Gampong Matang Seulimeng). Jurnal Samudra Ekonomika, 2(2), 157–170.

Harsati, B. B., Sutrisno, J., & Suwarto. (2016). Analisis Distribusi Pendapatan Usahatani Sayuran Di Dusun Buket Desa Bulugunung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. AGRISTA, 4(3), 400–408.

Latuan, E., & Djasibani, H. (2018). Inovasi Model Strategi Pemasaran Guna Peningkatan Penjualan Jambu Mete Di Kecamatan Pantar Tengah. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Ke 5. Fakultas Pertanian Dan Pusat Unggulan Iptek Lahan Kering. Universitas Nusa Cendana. Kupang, 5, 47–63.

Pusat Data dan Informasi Pertanian. (2018). Statistik pertanian 2018 (Agricultural statistics). Pusat Data dan Informasi Pertanian, Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Sopamena, J. F. (2020). Women and Onion Farming in Lakor Island, Southwest Maluku Regency. SOCA: Jurnal Sosial, Ekonomi Pertanian, 14(2), 265–274. https://doi.org/10.24843/SOCA.2020.v14.i02.p07

Supriyanto, W., & Iswandiri, R. (2017). Kecenderungan Sivitas Akademika Dalam Memilih Sumber Referensi Untuk Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Perguruan Tinggi. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 13(1), 79–86. https://doi.org/DOI : http:// 10.22146/bip.26074

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi (11th ed.). Erlangga. Jakarta


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174