Peran Penyuluh terhadap Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

Dewi Retna Indrawati, Dody Yuliantoro

Abstract


Pemberdayaan masyarakat dalam dalam pengelolaan DAS adalah sesuatu yang mutlak diperlukan terutama untuk DAS yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan milik seperti Sub DAS Keduang. Oleh karena itu, peran penyuluh sebagai ujung tombak dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat harus semakin mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh terhadap pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan DAS. Penelitian dilakukan pada tiga DAS mikro di Sub DAS Keduang (DAS Mikro Naruan, Jlegong dan Pohbener). Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner, wawancara mendalam (in-depth interview), dan observasi. Data dikumpulkan dari anggota dan pengurus kelompok tani, perangkat desa, dan penyuluh (kehutanan dan pertanian). Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Peran penyuluh sebagai pendidik cukup baik dan masuk kategori sedang sampai tinggi; 2) Frekuensi penyuluhan masih kurang memadai karena tidak seimbangnya jumlah penyuluh dan kelompok tani; 3) Peran penyuluh sebagai fasilitator dan mediator masih masuk kategori sangat rendah sampai rendah; 4) Perlu upaya untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dalam teknik pemberdayaan masyarakat.


Keywords


Pemberdayaan masyarakat dalam dalam pengelolaan DAS adalah sesuatu yang mutlak diperlukan terutama untuk DAS yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan milik seperti Sub DAS Keduang. Oleh karena itu, peran penyuluh sebagai ujung tombak dalam menggerak

References


Achmad, B. et al. (2012) ‘Persepsi Petani Terhadap Pengelolaan dan Fungsi Hutan Rakyat di Kabupaten Ciamis’, Jurnal Bumi Lestari, 12(1), pp. 123–136.

Amrullah, M., Mukti, A. and Taufik, E. N. (2019) ‘Persepsi Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Di Desa Lada Mandala Jaya Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat’, Journal Socio Economics Agricultural, 14(1), pp. 1–10.

Anantanyu, S. (2011) ‘Kelembagaan Petani : Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya’, SEPA, 7(2), pp. 102–109. Available at: http://jurnal.uii.ac.id/index.php/JSTL/article/view/3586/3176.

Awang, S. A. (2008) Pemberdayaan Masyarakat dan Kebijakan Deliberative. Yogyakarta: UGM.

Bahua, M. I. et al. (2010) ‘Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Perilaku Petani Jagung Di Provinsi Gorontalo’, Jurnal Ilmiah Agropolitan, 3(1), pp. 293–303.

Indrawati, D. R. et al. (2016) ‘Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan DAS-Konsep dan Implementasi’, Jurnal Kawistara, 6(2), pp. 175–187.

Indrawati, D. R. (2018) ‘Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan DAS’, in Prosiding Seminar Nasional 4 Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai, pp. 60–65.

Kadir, S. et al. (2016) ‘The Recovery of Tabunio Watershed through Enrichment Planting using Ecologically and Economically Valuable Species in South Kalimantan, Indonesia’, Biodiversitas, 17(1), pp. 140–147. doi: 10.13057/biodiv/d170121.

Kementerian Kehutanan (2009) Instruksi Menteri Kehutanan No: INS.3/Menhut-II/2009 dengan Lampiran Surat Edaran No : SE.02/V-SET/2009 tentang Penetapan Wilayah Kerja Balai Pengelolaan DAS. Indonesia: Kementerian Kehutanan.

Kementerian Pertanian (2013) Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 82/Permentan/OT.140/8/2013 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani. Indonesia: Kementerian Pertanian.

Kusbiantoro, A. et al. (2015) ‘Degradasi dan Sistem Pengelolaan Lahan di Daerah Aliran Sungai Tulis’, Jurnal Wana Tropika, 5(1), pp. 15–25. doi: 10.1088/1751-8113/44/8/085201.

Listiana, I. et al. (2018) ‘Hubungan Kapasitas Penyuluh dengan Kepuasan Petani dalam Kegiatan Penyuluhan’, Jurnal Penyuluhan, 14(2), pp. 244–256.

Mangkuprawira, S. (2010) ‘Strategi Peningkatan Kapasitas Modal Sosial dan Kualitas Sumber Daya Manusia Pendamping Pembangunan Pertanian’, Forum Penelitian Agro Ekonomi, 28(1), pp. 19–34.

Mardikanto, T. (2009) Sistem Penyuluhan Pertanian Surakarta. Surakarta, , Indonesia: Sebelas Maret University Press.

Mardikanto, T. (2010) Konsep Pemberdayaan Masyarakat. Surakarta: Tiga Serangkai.

Marliati et al. (2008) ‘Faktor-Faktor Penentu Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Memberdayakan Petani (Kasus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau)’, Jurnal Penyuluhan, 4(2), pp. 92–99.

Morissan (2012) Metode Penelitian Survei. Jakarta, Indonesia: Prenada Media Group.

Mulieng, Z. F., Amanah, S. and Asngari, P. S. (2018) ‘Persepsi Petani Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Aceh Utara’, Jurnal Penyuluhan, 14(1), pp. 159–174. doi: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17556.

Nawir, A. A., Murniati and Rumboko, L. (2008) Rehabilitasi Hutan di Indonesia: Akan Kemanakah Arahnya Setelah Lebih dari Tiga Dasawarsa, Center for International Forestry Research (CIFOR). Bogor, Indonesia: Center for International Forestry Research (CIFOR). Available at: http://www.cifor.org/publications/pdf_files/books/BNawir0801Ina.pdf.

Prawiranegara, D. et al. (2015) ‘Strengthening Role of Farmer Institution in Enhance of Innovation Capability Based on ICT in West Java Province, Indonesia’, International Journal of Humanities and Social Scienceonal, 5(12), pp. 128–136.

Pudjianto, K. (2009) Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan, Lahan dan Konservai Sumberdaya Air di Sub DAS Keduang, Daerah Hulu DAS Bengawan Solo., Tesis. IPB, Bogor.

Rahmawati, I. R., Muksin and Rizal (2016) ‘Peran dan Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Memberdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur’, Jurnal Penyuluhan, 12(2), pp. 183–189. doi: 10.25015/penyuluhan.v12i2.12252.

Ruhimat, I. S. (2015a) ‘Status Keberlanjutan Usahatani Agroforestry Pada Lahan Masyarakat: Studi Kasus di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat’, Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 12(2), pp. 99–110. doi: 10.20886/jsek.2015.12.2.99-110.

Ruhimat, I. S. (2015b) ‘Tingkat Motivasi Petani Dalam Penerapan Sistem Agroforestry’, Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan, 12(2), pp. 1–11.

Seran, Y. L., Kote, M. and Triastono, J. (2011) ‘Peningkatan Kapasitas Petani Jagung Melalui Uji Coba Teknologi Bersama Petani dalam Mendukung Penguatan Penyuluhan Pertanian’, in Seminar Nasional Serelia 2011, pp. 675–683.

Simluhtan (2017) Data Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, https://app2. pertanian.go.id/simluh2014/viewreport/rekapNas.php.

Sucihatiningsih, D. W. P. and Waridin (2010) ‘Model Penguatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Kinerja Usahatani melalui Transaction Cost; Studi Empiris di Provinsi Jawa Tengah’, Jurnal Ekonomi Pembangunan, 11(1), pp. 13–29.

Sumaryati, S., Donie, S. and Sukresno (2001) Laporan Kajian Kelembagaan RLKT DAS. Surakarta.

Suprayitno, A. R. et al. (2011) ‘Model Peningkatan Partisipasi Petani Sekitar Hutan dalam Pengelolaan Hutan Kemiri Rakyat’, Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 8(3), pp. 176–195.

Sutrisno, J. et al. (2011) ‘Arahan Kebijakan Pengendalian Erosi Dan Sedimentasi Di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang Kabupaten Wonogiri.’, Sains Tanah - Jurnal Ilmiah Ilmu Tanah dan Agroklimatologi, 8(2), pp. 105–118.

Suwarno, J. et al. (2011) ‘Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Berkelanjutan DAS Ciliwung Hulu Kabupaten Bogor’, Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 8(2), pp. 115–131.

Tahitu, M. E. (2013) ‘Kualitas Pelayanan Penyuluhan Pertanian dan Kepuasan Petani dalam Pengembangan Usahatani (Kasus di Desa Sukadamai Kecamatan Dramaga Kabupaten Bo’, Jurnal Penyuluhan, 9(2), pp. 146–155.

Timbulus, M. V. G., Sondakh, M. L. and Rumagit, G. A. . (2016) ‘Persepsi Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Di Desa Rasi Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara’, Agri-Sosioekonomi Unsrat, 12(2A), pp. 19–40. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

Widyaningsih, I. W. (2008) Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan di Sub DAS Keduang Ditinjau dari Aspek Hidrologi. Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Wulandari, C. (2010) ‘Studi persepsi masyarakat tentang pengelolaan lanskap agroforestry di sekitar Sub DAS Way Besai Provinsi Lampung’, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(3), pp. 137–140.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174