Pemberdayaan dan Penanganan Pola Konsumsi Pangan Masyarakat di Wilayah Kota Batu

Sugiyanto Sugiyanto, Iwan Nurhadi, Lintar Brillian Pintakami

Abstract


Indonesia adalah Negara dengan populasi penduduk yang nomor 4 terbanyak di dunia, dan semakin bertambah dari tahun ketahun. Bertambahnya jumlah penduduk tentunya akan diikuti dengan bertambahnya permintaan akan bahan pangan. Fenomena tersebut menyebabkan pemerintah harus berupaya agar kebutuhan akan bahan pangan terus tercukupi yang berasal dari hasil produksi dalam negeri maupun dari luar negeri. Ketahanan pangan berjalan lurus dari status gizi suatu Negara. Status gizi yang baik dapat terwujud jika pola konsumsi pangan pada tingkat rumah tangga dan individu juga baik. Pola konsumsi yang baik adalah pola konsumsi yang diasup secara beragam, berimbang, berigizi dan aman. Konsumsi yang beragam adalah bahan pangan yang dikonsumsi tersebut harus beragam dan tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pangan saja. Konsumsi yang berimbang adalah sumbangan setiap jenis sumber pangan harus tercukupi tanpa salah satunya mengalami kelebihan ataupun kekurangan. Bahan pangan yang aman adalah kondisi bahan pangan yang terhindar dari zat-zat berbahaya jika dikonsumsi. Berdasarkan keterangan tersebut diketahui pola konsumsi Masyarakat di Wilayah Kota Batu masih didominasi oleh tingginya konsumsi dari sumber pangan karbohidrat, terutama beras. Oleh sebab itu diperlukan perubahan dalam pola konsumsi pangan dengan meningkatkan pendidikan, pengetahuan gizi, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga status gizinya tercukupi. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis Penanganan Pola Konsumsi Pangan Masyarakat di Wilayah Kota Batu, penentuan responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data primer melalui kuisioner dan wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari data BPS dan Instansi terkait.


Keywords


Pemetaan Pangan, Pola Konsumsi, Pemberdayaan

References


Ariani, M., H.P. Saliem, S.H. Suharitini, Wahida dan M.H. Sawit. 2000. Dampak Krisis Ekonomi terhadap Konsumsi Pangan Rumahtangga. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Bogor.

Ariani, M dan Ashari. 2003. Arah, Kendala dan Pentingnya Diversifikasi Konsumsi Pangan di Indonesia. Forum Agro Ekonomi. Vol. 21, No. 2. Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Apriyanto, M.M. 2010. Petunjuk Pelaksanaan Penganekaragaman pangan dan perekayasaan sosial pola konsumsi masyarakat menuju Pola Pangan Harapan dengan kegiatan Survei Konsumsi Pangan Wilayah Berbasis Pola Pangan Harapan (PPH). Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

BKP DEPTAN. Pedoman Umum Penyusunan Program Pengembangan Konsumsi Pangan. www.deptan.go.id

DISTANBUN. 2014. Laporan tahunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Malang Tahun 2014.

Malang

Erwidodo, H.P. Saliem, M.Ariani dan E. Ariningsih. 1999. Pengkajian Diversifikasi Konsumsi Pangan Utama di Indonesia. Laporan Hasil Penelitian, Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Bogor.

Hardinsyah dan D.Martianto. 1992. Gizi Terapan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen.Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, IPB. Bogor

Irawan, P.B dan H. Romdiati. 2000. Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Kemiskinan dan Beberapa

Implikasinya Untuk Strategi Pembangunan. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VII, 29

Februari-2 Maret. LIPI, Jakarta.

Koentari, H. 2010. Laporan Ketersediaan Pangan dengan pendekatan Neraca Bahan Makanan (NBM) dan Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Malang Tahun 2009. BKP3 Pemerintah Kota Malang, Malang.

LP-IPB. 2000. Laporan Kegiatan Seminar-Lokakarya Penyusunan Kebijak- an Perberasan.

LP-IPB Bekerjasama dengan Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, Deptan. Bogor.

Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1989. Pola Konsumsi Pangan, Proporsi dan Ciri Rumah Tangga Dengan Konsumsi Energi Dibawah Standar Kebutuhan. Kerjasama Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Depkes. dengan PAE, Deptan. Bogor.

Sawit, M.H. 2003. Kebijakan Gandum/Terigu: Harus Mampu Menumbuh-kembangkan Industri Pangan Dalam Negeri. Analisis Kebijakan Pertanian, Vol. 1 (2): 100-109. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Sawit, M.H. dan M. Ariani. 1997. Ketahanan Pangan : Konsep, Kebijaksanaan dan

Pelaksanaannya. Makalah disampaikan pada Seminar Pra-WKNPG VI, Bulog, Jakarta

– 27 Juni.

Saliem, H.P.,M. Ariani, Y. Marisa dan T.B.Purwantini. 2002. Analisis Kerawanan Pangan Wilayah Dalam Perspektif Desentralisasi Pembangunan. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Suryana,A. 2004. Ketahanan Pangan di Indonesia. Makalah pada Widyakarya Nasional Pangan dan

Gizi VIII. Jakarta, 17-19 Mei. LIPI.


Full Text: PDF

DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.19

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 2598-8174